Monday, 10 December 2012

-Sayonara daisuki na hito (winter) -

"Sayonara daisuki na hito.Mata daisuki na hito"



Pada sebuah kota jauh dalam mimpi. Salju, putih bubuk jatuh itu menyentuh hati saya. Tidak peduli seberapa jauh kita, nyatanya anda masih di sisiku. Seperti kita berbagi keyakinan yang sama pada malam yang sama dengan dingin yg sama pula. Tak peduli seberapa kerasnya kita menyimpan ego, nyatanya kita tetap menyentuh dingin yg sama,, menuju langit terbuka bersama. Cepat anda katakan sebuah kata, atau memang semua harus terpatahkan. Berharap mendengar suara yang saya nanti. Saya mencoba menutup mata. Dan yang terdengar samar-samar datang ke telinga saya bukan kata melainkan sebuah kotak musik dengan Snowscape didalamnya. Sebuah catatan tunggal yang mampir pada bulu mata dan bergema memekik batin saya.  Entah kenapa saya tidak bisa mengatakan itu kebenaran atau tidak.

Ketika melihat mata anda, bahwasanya yg terlihat anda juga menyukaiku?Dengan sejenak menahan kata-kata dan perilaku, lembut salju ini pun terus kembali mensunyikan keadaan. Bukankah selama ini anda sudah sepenuhnya mengerti saya? Masihkah ada tanya sedemikian rupa ? Segala sesuatu tentang Andalah yang saya harapkan. Seperti kita mengambil hal-hal yang baik dengan tenang, tidak peduli ketika kita kuat atau lemah bukankah anda yang kuminta selalu ada ? Bersama dengan kerinduan saya kepada Anda, siapapun kelak yang akan jauh harus selalu pada pertahanan.  Kembali kemudian, Anda mendekapku erat dalam pelukan. Salju yang kian menyelimuti, dengan dingin yang tak kunjung mencair . Kan kuingat sakitnya ketika diperaduan, tanganmu yg dingin kian melepas. Pergilah, sampaikan pada waktu. Jika saya berdusta , hukumlah atas janji yg telah dibuat. Semoga anda sampai pada waktu yang ditentukan, dengan membawa senyuman. Kita akan kembali pada kursi dan musim yang sama ....Sayonara daisuki na hito. Watashi wa anata o aishite...

catatn itu:

"Kala itu mampu kulepaskan kepedihan dari hatimu. Semangatku pun bergelora menapaki jalan hidup ini. Tidak ada lagi lara yang kurasa. Sebelum bersua denganmu, saya adalah seorang pengembara yg kesepian . Tatkala anda terlelah. Ingatlah diriku sebagai teman hati. Bahkan ketika hati yang saling percaya terlupa entah di mana. Tetaplah percaya bahwa saya selalu ada.  Sekalipun saya meminta anda menunggu, pasti itu sebuah masalah. Apalah arti saya, hanya seorang teman pelipur lara. Pesanku bukalah pintu hatimu pada orang yg menyayangimu sepertiku. Karena saat  anda jauh disana ku tak kan bisa lindungi hati sedemikian lagi. Pejamkan matamu perlahan. Raih tanganku dan usap air matamu. Kita hanya seorang kawan tak sepantasnya saling menderita, harusnya kita saling melepas tawa. Bukankah ini tiba bagianku untuk bercerita padamu ? Maka izinkan saya bercerita. Bahwa saya telah sampai di bagian "saya jatuh cinta", tapi sayang pada akhirnya tinggal menunggu jam detik menitlah kita berpisah. Sesal lama karena tak pernah terungkap. Anda ingin tahu siapa dia ? Lihatlah mataku , anda akan lihat pantulan rona rupa wajahnya. Betapa catiknya dia . Tapi entahlah apa nanti jawabnya☺"

No comments

Post a Comment

Monday, 10 December 2012

-Sayonara daisuki na hito (winter) -

"Sayonara daisuki na hito.Mata daisuki na hito"



Pada sebuah kota jauh dalam mimpi. Salju, putih bubuk jatuh itu menyentuh hati saya. Tidak peduli seberapa jauh kita, nyatanya anda masih di sisiku. Seperti kita berbagi keyakinan yang sama pada malam yang sama dengan dingin yg sama pula. Tak peduli seberapa kerasnya kita menyimpan ego, nyatanya kita tetap menyentuh dingin yg sama,, menuju langit terbuka bersama. Cepat anda katakan sebuah kata, atau memang semua harus terpatahkan. Berharap mendengar suara yang saya nanti. Saya mencoba menutup mata. Dan yang terdengar samar-samar datang ke telinga saya bukan kata melainkan sebuah kotak musik dengan Snowscape didalamnya. Sebuah catatan tunggal yang mampir pada bulu mata dan bergema memekik batin saya.  Entah kenapa saya tidak bisa mengatakan itu kebenaran atau tidak.

Ketika melihat mata anda, bahwasanya yg terlihat anda juga menyukaiku?Dengan sejenak menahan kata-kata dan perilaku, lembut salju ini pun terus kembali mensunyikan keadaan. Bukankah selama ini anda sudah sepenuhnya mengerti saya? Masihkah ada tanya sedemikian rupa ? Segala sesuatu tentang Andalah yang saya harapkan. Seperti kita mengambil hal-hal yang baik dengan tenang, tidak peduli ketika kita kuat atau lemah bukankah anda yang kuminta selalu ada ? Bersama dengan kerinduan saya kepada Anda, siapapun kelak yang akan jauh harus selalu pada pertahanan.  Kembali kemudian, Anda mendekapku erat dalam pelukan. Salju yang kian menyelimuti, dengan dingin yang tak kunjung mencair . Kan kuingat sakitnya ketika diperaduan, tanganmu yg dingin kian melepas. Pergilah, sampaikan pada waktu. Jika saya berdusta , hukumlah atas janji yg telah dibuat. Semoga anda sampai pada waktu yang ditentukan, dengan membawa senyuman. Kita akan kembali pada kursi dan musim yang sama ....Sayonara daisuki na hito. Watashi wa anata o aishite...

catatn itu:

"Kala itu mampu kulepaskan kepedihan dari hatimu. Semangatku pun bergelora menapaki jalan hidup ini. Tidak ada lagi lara yang kurasa. Sebelum bersua denganmu, saya adalah seorang pengembara yg kesepian . Tatkala anda terlelah. Ingatlah diriku sebagai teman hati. Bahkan ketika hati yang saling percaya terlupa entah di mana. Tetaplah percaya bahwa saya selalu ada.  Sekalipun saya meminta anda menunggu, pasti itu sebuah masalah. Apalah arti saya, hanya seorang teman pelipur lara. Pesanku bukalah pintu hatimu pada orang yg menyayangimu sepertiku. Karena saat  anda jauh disana ku tak kan bisa lindungi hati sedemikian lagi. Pejamkan matamu perlahan. Raih tanganku dan usap air matamu. Kita hanya seorang kawan tak sepantasnya saling menderita, harusnya kita saling melepas tawa. Bukankah ini tiba bagianku untuk bercerita padamu ? Maka izinkan saya bercerita. Bahwa saya telah sampai di bagian "saya jatuh cinta", tapi sayang pada akhirnya tinggal menunggu jam detik menitlah kita berpisah. Sesal lama karena tak pernah terungkap. Anda ingin tahu siapa dia ? Lihatlah mataku , anda akan lihat pantulan rona rupa wajahnya. Betapa catiknya dia . Tapi entahlah apa nanti jawabnya☺"

No comments:

Post a Comment

© 29 September
Maira Gall