Friday, 4 January 2013

- Hujan dianalogikan-

dari sekian kronologi terjadinya hujan hingga reda, aku paling suka bagian ketika langit mulai mendung dan rinai kecil air mulai berceceran disertai gelegar petir yang sengaja bergerombol. langit mendung itu perasaanku yang entah akan bagaimana kelanjutannya, rinai air yang sedikit demi sedikit menitik itu air mataku, gelegar petir itu rasa sakitnya. lebih baik terus begitu, sedikit tangis, terus menggantung dan rasa sakit berlebih.

sakit adalah hiburan di tiap air mata yang tertuang karena entah-kejadian-apa.
aku? psycho? bukan. aku bahkan orang yang mungkin paling menyayangi tubuhku. sakit itu bukan sekedar sakit yang bisa dirasakan di pergelangan tangan lalu beberapa bulan kemudian sudah menghilang dan hanya tinggal bekas. aku ingin luka yang bisa ada dan tetap terus ada agar aku tak lagi lupa bahwa kebahagiaan itu hanya sementara.
terkadang bahagia itu membuat aku lupa bahwa masih akan ada banyak air mata dan rasa sakit di hari esok kehidupanku. dan aku terus hanya bisa berharap hingga semuanya terkuak.

No comments

Post a Comment

Friday, 4 January 2013

- Hujan dianalogikan-

dari sekian kronologi terjadinya hujan hingga reda, aku paling suka bagian ketika langit mulai mendung dan rinai kecil air mulai berceceran disertai gelegar petir yang sengaja bergerombol. langit mendung itu perasaanku yang entah akan bagaimana kelanjutannya, rinai air yang sedikit demi sedikit menitik itu air mataku, gelegar petir itu rasa sakitnya. lebih baik terus begitu, sedikit tangis, terus menggantung dan rasa sakit berlebih.

sakit adalah hiburan di tiap air mata yang tertuang karena entah-kejadian-apa.
aku? psycho? bukan. aku bahkan orang yang mungkin paling menyayangi tubuhku. sakit itu bukan sekedar sakit yang bisa dirasakan di pergelangan tangan lalu beberapa bulan kemudian sudah menghilang dan hanya tinggal bekas. aku ingin luka yang bisa ada dan tetap terus ada agar aku tak lagi lupa bahwa kebahagiaan itu hanya sementara.
terkadang bahagia itu membuat aku lupa bahwa masih akan ada banyak air mata dan rasa sakit di hari esok kehidupanku. dan aku terus hanya bisa berharap hingga semuanya terkuak.

No comments:

Post a Comment

© 29 September
Maira Gall