Tuesday, 19 February 2013

-stay strong-



aku kagum dengan badut.

Tapi bukan sebagai lelucon  yang kumaksud...
Walaupun pikiran kusut, hati diselimuti perasaan kalut, namun ia masih bisa menyuguhkan sebaris senyum tulus yang membuatku begitu salut. Bahkan ketika segerombolan anak mendekatinya, menjawilinya, atau menendang kakinya, senyum lebar itu tetap terpasang di mulut seolah kebahagiaannya tak pernah direnggut.

Padahal, siapa yang tahu kalau misalnya sebenarnya ia sedang punya masalah dengan keluarganya? Atau masalah keuangan? Atau sedang patah hati… mungkin? Dan hanya dengan seulas senyum lebar nan tulus, semua bisa tertutupi dengan baik. Siapa yang menyangka bahwa dibalik kostum dan riasan konyolnya, tersimpan kekuatan dan ketegaran yang mengagumkan?

Aku salut dengan badut.

Darinya, aku belajar sesuatu; untuk selalu tegar, untuk tidak cengeng, untuk selalu tersenyum, untuk selalu berusaha menyenangkan orang-orang di sekeliling kita, dan untuk selalu bersyukur atas apa yang telah kita capai hingga kini. Tapi tetap tidak dalam wujud munafik juga untuk menjalaninya. Nangisnya nanti kalo lagi benar benar butuh :D

…because we are stronger that we thought. We really are.

No comments

Post a Comment

Tuesday, 19 February 2013

-stay strong-



aku kagum dengan badut.

Tapi bukan sebagai lelucon  yang kumaksud...
Walaupun pikiran kusut, hati diselimuti perasaan kalut, namun ia masih bisa menyuguhkan sebaris senyum tulus yang membuatku begitu salut. Bahkan ketika segerombolan anak mendekatinya, menjawilinya, atau menendang kakinya, senyum lebar itu tetap terpasang di mulut seolah kebahagiaannya tak pernah direnggut.

Padahal, siapa yang tahu kalau misalnya sebenarnya ia sedang punya masalah dengan keluarganya? Atau masalah keuangan? Atau sedang patah hati… mungkin? Dan hanya dengan seulas senyum lebar nan tulus, semua bisa tertutupi dengan baik. Siapa yang menyangka bahwa dibalik kostum dan riasan konyolnya, tersimpan kekuatan dan ketegaran yang mengagumkan?

Aku salut dengan badut.

Darinya, aku belajar sesuatu; untuk selalu tegar, untuk tidak cengeng, untuk selalu tersenyum, untuk selalu berusaha menyenangkan orang-orang di sekeliling kita, dan untuk selalu bersyukur atas apa yang telah kita capai hingga kini. Tapi tetap tidak dalam wujud munafik juga untuk menjalaninya. Nangisnya nanti kalo lagi benar benar butuh :D

…because we are stronger that we thought. We really are.

No comments:

Post a Comment

© 29 September
Maira Gall