Sunday, 1 February 2015

inspiratif :)

Birrul Qadriyah (Mahasiswi Bidikmisi UGM)

BIRRUL QODRIYYAH, AKADEMIK OKE, PRESTASI OKE, ORGANISASI OKE .


“Assalamualaikum, Mbak Birrul….”
Begitulah sapaan khas di kampus untuk mahasiswa Ilmu Keperawatan UGM angkatan 2010 ini. Siapa sangka, dibalik sosoknya yang sederhana dan bersahaja, dia telah mendapatkan banyak prestasi sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar. Tak heran banyak yang menyebutnya sebagai “langganan juara”
Saat ini, birrul tengah menyiapkan dirinya untuk berkompetisi mewakili UGM dalam pemilihan mahasiwa beprestasi tingkat nasional Agustus mendatang. Birrul Qadriyah memang terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi UGM 2013 setelah berhasil menyisihkan  22 mahasiswa berprestasi lainnya melalui seleksi Supercamp yang diadakan oleh komunitas Mahasiswa Berprestasi (Kommapres) UGM dan Direktorat Kemahasiswaan UGM. Keterpilihannya sebagai Mahasiswa Berprestasi UGM didukung oleh IPK 3,74 dan prestasi lainnya dilura akademik. Terhitung ada sekitar 27 perlombaan yang berhasil ia juarai semenjak menjadi mahasiswa UGM.
Perempuan yang jago pidato dan baca puisi ini ternyata aktif juga dalam berorganisasi. Ia pernah menjabat sebagai ketua HIMIKA MORPHOSA 2012. Hal ini seakan menjadi suatu bukti bahwa mahasiswa yang menjadi aktivis di organisasi juga bisa berprestasi di bidang Akademik. Semoga saja apa yang telah dicapai oleh Birrul Qodriyyah ini menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi teman teman semua.
Berikut cuplikan pidato yang disampaikan oleh Mahasiswa Berprestasi UGM 2013 ini kepada Presiden Indonesia Bambang Susilo Yudhoyono. Pidato ini berhasil membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menitikkan air matanya:

Assalamu alaikum wr.wb

Yang terhormat Bapak Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Negara, Ibu Hj. Anie Yudhoyono , Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, para Menteri dan Wakil Menteri beserta jajarannya, Bapak Rektor, pimpinan Universitas Tinggi, dan semua teman-temanku seperjuangan, Mahasiswa Bidik Misi Indonesia yang saya banggakan.


Sebuah kehormatan bagi saya untuk bisa berdiri di sini mewakili teman-teman semua. Saya Birul Qodriyah, Mahasiswa Kedokteran Universitas Gajah Mada yang saat ini masih di situ di Universitas Gajah Mada untuk menyelesaikan program profesi. Selanjutnya di sini saya seorang yang berasal dari keluarga buruh, tidak pernah menyangka bisa dapat berdiri di sini. Ayah saya dan Ibu saya adalah seorang buruh tani, bukan lagi petani, tetapi buruh tani yang mungkin setiap kali menanam hanya mendapatkan upah lima ribu sampai sepuluh ribu. Tetapi sebuah kekuatan, saat ini ayah saya sudah berusia enam puluh delapan tahun ibu saya lima puluh tahun dan saya menjadi anak pertama di keluarga tersebut sehingga suatu hari saya pernah bercerita kepada ayah saya. “bapak-ibu, saya ingin kuliah seperti teman saya yang lain” dan tidak ada jawaban dari bapak-ibu saya seperti di ceritakan oleh bapak Mohammad Nuh tadi. Satu jawaban, hanya tetesan air mata. Kemudian paginya saya melihat ayah saya naik sepeda ke Klaten kemana-mana untuk mencarikan saya beasiswa agar saya bisa kuliah. 

Saya tidak bisa berucap apa-apa saat itu karena sayapun tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Yang saya tahu saat itu, saya hanya berusaha menjadi siswa terbaik di sekolah saya saat itu. Dan Alhamdulillah, sebuah program yang tidak pernah saya mimpikan sebelumnya. Alhamdulillah Allah mengabulkan doa-doa saya untuk menjadi seseorang yang berstatus sebagai “Mahasiswa”. Bagi saya, berstatus sebagai seorang mahasiswa adalah sebuah anugerah besar sehingga mampu mengantarkan mimpi-mimpi besar saya, menjadi mahasiswa berprestasi Universitas Gajahg Mada, menjadi mahasiswa berprestasi terinspiratif tingkat nasional, bahkan duta keperawatan Indonesia, semua itu tak lain dan tak bukan berasal dari Bidik Misi. Oleh karnanya, pada kesempatan yang berbahagia ini, yang sebenarnya telah saya tuliskan dalam catatan saya yang saya tempel di tembok kamar saya dua tahun lalu. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, kepada seluruh rakyat Indonesia, yang telah mendukung kami untuk mewujudkan mimpi-mimpi kami, melanjutkan mimpi kami untuk menjadi bagian pembangun negeri ini. DAN KAMI SEBAGAI PENERIMA BEASISWA BERJANJI, TIDAK AKAN MENGGUNAKAN BEASISWA INI BIASA-BIASA SAJA. KAMI AKAN MENJADI MAHASISWA YANG BERKUALITAS, MAHASISWA YANG IMPRE INTELEKTUAL CERDAS DAN MAHASISWA YANG MAU BEKERJA KERAS, MAHASISWA YANG SIAP MENJADI GENERASI EMAS.



Sekian yang dapat saya sampaikan, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, kepada seluruh rakyat Indonesia. Dari sinilah saya dan teman-teman saya semua dapat terus mengukir mimpi-mimpi kami yang dulu hanya berupa tulisan di kamar-kamar kami, yang mungkin orang melihatnya saja tertawa melihat mimpi kami. Mana mungkin kau anak seorang buruh bisa menjadi seorang doktor, bisa menjadi seorang sarjana, itu sangat tidak mungkin tapi Allah menjawabnya “MUNGKIN” melalui program Bidik Misi. Terima kasih

Wassalamu alaikum wr.wb

No comments

Post a Comment

Sunday, 1 February 2015

inspiratif :)

Birrul Qadriyah (Mahasiswi Bidikmisi UGM)

BIRRUL QODRIYYAH, AKADEMIK OKE, PRESTASI OKE, ORGANISASI OKE .


“Assalamualaikum, Mbak Birrul….”
Begitulah sapaan khas di kampus untuk mahasiswa Ilmu Keperawatan UGM angkatan 2010 ini. Siapa sangka, dibalik sosoknya yang sederhana dan bersahaja, dia telah mendapatkan banyak prestasi sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar. Tak heran banyak yang menyebutnya sebagai “langganan juara”
Saat ini, birrul tengah menyiapkan dirinya untuk berkompetisi mewakili UGM dalam pemilihan mahasiwa beprestasi tingkat nasional Agustus mendatang. Birrul Qadriyah memang terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi UGM 2013 setelah berhasil menyisihkan  22 mahasiswa berprestasi lainnya melalui seleksi Supercamp yang diadakan oleh komunitas Mahasiswa Berprestasi (Kommapres) UGM dan Direktorat Kemahasiswaan UGM. Keterpilihannya sebagai Mahasiswa Berprestasi UGM didukung oleh IPK 3,74 dan prestasi lainnya dilura akademik. Terhitung ada sekitar 27 perlombaan yang berhasil ia juarai semenjak menjadi mahasiswa UGM.
Perempuan yang jago pidato dan baca puisi ini ternyata aktif juga dalam berorganisasi. Ia pernah menjabat sebagai ketua HIMIKA MORPHOSA 2012. Hal ini seakan menjadi suatu bukti bahwa mahasiswa yang menjadi aktivis di organisasi juga bisa berprestasi di bidang Akademik. Semoga saja apa yang telah dicapai oleh Birrul Qodriyyah ini menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi teman teman semua.
Berikut cuplikan pidato yang disampaikan oleh Mahasiswa Berprestasi UGM 2013 ini kepada Presiden Indonesia Bambang Susilo Yudhoyono. Pidato ini berhasil membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menitikkan air matanya:

Assalamu alaikum wr.wb

Yang terhormat Bapak Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Negara, Ibu Hj. Anie Yudhoyono , Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, para Menteri dan Wakil Menteri beserta jajarannya, Bapak Rektor, pimpinan Universitas Tinggi, dan semua teman-temanku seperjuangan, Mahasiswa Bidik Misi Indonesia yang saya banggakan.


Sebuah kehormatan bagi saya untuk bisa berdiri di sini mewakili teman-teman semua. Saya Birul Qodriyah, Mahasiswa Kedokteran Universitas Gajah Mada yang saat ini masih di situ di Universitas Gajah Mada untuk menyelesaikan program profesi. Selanjutnya di sini saya seorang yang berasal dari keluarga buruh, tidak pernah menyangka bisa dapat berdiri di sini. Ayah saya dan Ibu saya adalah seorang buruh tani, bukan lagi petani, tetapi buruh tani yang mungkin setiap kali menanam hanya mendapatkan upah lima ribu sampai sepuluh ribu. Tetapi sebuah kekuatan, saat ini ayah saya sudah berusia enam puluh delapan tahun ibu saya lima puluh tahun dan saya menjadi anak pertama di keluarga tersebut sehingga suatu hari saya pernah bercerita kepada ayah saya. “bapak-ibu, saya ingin kuliah seperti teman saya yang lain” dan tidak ada jawaban dari bapak-ibu saya seperti di ceritakan oleh bapak Mohammad Nuh tadi. Satu jawaban, hanya tetesan air mata. Kemudian paginya saya melihat ayah saya naik sepeda ke Klaten kemana-mana untuk mencarikan saya beasiswa agar saya bisa kuliah. 

Saya tidak bisa berucap apa-apa saat itu karena sayapun tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Yang saya tahu saat itu, saya hanya berusaha menjadi siswa terbaik di sekolah saya saat itu. Dan Alhamdulillah, sebuah program yang tidak pernah saya mimpikan sebelumnya. Alhamdulillah Allah mengabulkan doa-doa saya untuk menjadi seseorang yang berstatus sebagai “Mahasiswa”. Bagi saya, berstatus sebagai seorang mahasiswa adalah sebuah anugerah besar sehingga mampu mengantarkan mimpi-mimpi besar saya, menjadi mahasiswa berprestasi Universitas Gajahg Mada, menjadi mahasiswa berprestasi terinspiratif tingkat nasional, bahkan duta keperawatan Indonesia, semua itu tak lain dan tak bukan berasal dari Bidik Misi. Oleh karnanya, pada kesempatan yang berbahagia ini, yang sebenarnya telah saya tuliskan dalam catatan saya yang saya tempel di tembok kamar saya dua tahun lalu. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, kepada seluruh rakyat Indonesia, yang telah mendukung kami untuk mewujudkan mimpi-mimpi kami, melanjutkan mimpi kami untuk menjadi bagian pembangun negeri ini. DAN KAMI SEBAGAI PENERIMA BEASISWA BERJANJI, TIDAK AKAN MENGGUNAKAN BEASISWA INI BIASA-BIASA SAJA. KAMI AKAN MENJADI MAHASISWA YANG BERKUALITAS, MAHASISWA YANG IMPRE INTELEKTUAL CERDAS DAN MAHASISWA YANG MAU BEKERJA KERAS, MAHASISWA YANG SIAP MENJADI GENERASI EMAS.



Sekian yang dapat saya sampaikan, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, kepada seluruh rakyat Indonesia. Dari sinilah saya dan teman-teman saya semua dapat terus mengukir mimpi-mimpi kami yang dulu hanya berupa tulisan di kamar-kamar kami, yang mungkin orang melihatnya saja tertawa melihat mimpi kami. Mana mungkin kau anak seorang buruh bisa menjadi seorang doktor, bisa menjadi seorang sarjana, itu sangat tidak mungkin tapi Allah menjawabnya “MUNGKIN” melalui program Bidik Misi. Terima kasih

Wassalamu alaikum wr.wb

No comments:

Post a Comment

© 29 September
Maira Gall