Friday, 7 September 2012

-tentang arti "kita"-


"ketidaksengajaan yg mempertemukan dua tangan yg saling berjabat ,lalu sebagai mulanya kita membuka awal lekatnya kebersamaan "
Aku padanya jauh lebih berharga. Aku terhadapnya jauh lebih bermakna.
Saling bercengkrama, membagi suka & duka tanpa sandiwara . Tanpa harus pura pura mengikutinya, menyukai apa yg tak kurasa. Itulah sebabnya mengapa aku berkawan
Sudahlah, jangan tanyakan mengapa. Bukankah kau sendiri juga merasakan syahdunya senandung kawan? saat sebuah lara terlalui dengan bergandeng tangan, saat disetiap waktu adalah milik aku dan mereka atau lebih mudah kusebut 'kita' ... indah bukan ?
terimakasih pada kalian, karena menerimaku sebagaimana aku, mau berbagi waktu, tangis, tawa, sindiran, ejekan,  es bubble, lidi-lidian, pentol, selimut, eskrim, bakso,mie ayam, bensin, ruang kelas, tempe, nasi jotos, pr, ulangan, nyanyian, hutang. Semua yang tak terkira dan masa putih abu-abu bersamaku. 
hai kawan, jika dan hanya jika kalian berkehendak kan ku luangkan waktu dihari bahagiamu esok dikala jarak dan waktu mampu membedakan,sebagaimana aku ingin kalian menyempatkannya untukku.

Thursday, 6 September 2012

-terima kasih atas doamu ♥-

Walau dahi ini tak selalu khusyuk dalam sujudnya,layaknya mereka ahli ibadah yg dicintai Tuhannya
Walau tangan berikut jarinya tak selalu bertasbih, mengadah kepada-Nya
Walau lidah ini asing tuk berucap deret nama-Nya
Walau telinga tak jarang menolak lantunan lafadz suci-Nya
Walau otak ini tak kuasa untuk selalu memikirkan-Nya,
Walau keseluruhan ini tak pernah sempurna jika dikatakan hanya untuk beribadah kepada-Nya
Bahkan sempat Dia bukan sebagai tujuan utama
Lalu kenapa , aku masih berbahagia sedemikian rupa ?
Jika kau tanya mengapa dan karena apa.
Cobalah tengok disuatu sudut malam
Ada tangan yg setia mengadah untuk memintakan kebahagiaan yg kau perlukan
Untuk umur panjang berikut harapan yg ingin kamulah pewujudnya
Harapan tulus senyum bakti padanya, pada Tuhannya, pada agamanya,
Karna saat itulah waktu dimana sebab syukur itu ada , ketika ia penat dan ingin merebahkan seluruhnya

Wanita cantik, tempat pertama kali aku hidup,dari rahim seorang wanita sepertimu
Terima kasih atas doa yang deras mengalir dari untaian katamu
Terima kasih atas kesetiaanmu memintakan ampun untukku
Terima kasih atas buliran air matamu yg merajuk demi aku anakmu
Karna doamu, aku menjadi mampu 
Semoga Tuhan setia mencintaimu, selalu mensucikanmu dan  meninggikan derajatmu ,

Friday, 7 September 2012

-tentang arti "kita"-


"ketidaksengajaan yg mempertemukan dua tangan yg saling berjabat ,lalu sebagai mulanya kita membuka awal lekatnya kebersamaan "
Aku padanya jauh lebih berharga. Aku terhadapnya jauh lebih bermakna.
Saling bercengkrama, membagi suka & duka tanpa sandiwara . Tanpa harus pura pura mengikutinya, menyukai apa yg tak kurasa. Itulah sebabnya mengapa aku berkawan
Sudahlah, jangan tanyakan mengapa. Bukankah kau sendiri juga merasakan syahdunya senandung kawan? saat sebuah lara terlalui dengan bergandeng tangan, saat disetiap waktu adalah milik aku dan mereka atau lebih mudah kusebut 'kita' ... indah bukan ?
terimakasih pada kalian, karena menerimaku sebagaimana aku, mau berbagi waktu, tangis, tawa, sindiran, ejekan,  es bubble, lidi-lidian, pentol, selimut, eskrim, bakso,mie ayam, bensin, ruang kelas, tempe, nasi jotos, pr, ulangan, nyanyian, hutang. Semua yang tak terkira dan masa putih abu-abu bersamaku. 
hai kawan, jika dan hanya jika kalian berkehendak kan ku luangkan waktu dihari bahagiamu esok dikala jarak dan waktu mampu membedakan,sebagaimana aku ingin kalian menyempatkannya untukku.

Thursday, 6 September 2012

-terima kasih atas doamu ♥-

Walau dahi ini tak selalu khusyuk dalam sujudnya,layaknya mereka ahli ibadah yg dicintai Tuhannya
Walau tangan berikut jarinya tak selalu bertasbih, mengadah kepada-Nya
Walau lidah ini asing tuk berucap deret nama-Nya
Walau telinga tak jarang menolak lantunan lafadz suci-Nya
Walau otak ini tak kuasa untuk selalu memikirkan-Nya,
Walau keseluruhan ini tak pernah sempurna jika dikatakan hanya untuk beribadah kepada-Nya
Bahkan sempat Dia bukan sebagai tujuan utama
Lalu kenapa , aku masih berbahagia sedemikian rupa ?
Jika kau tanya mengapa dan karena apa.
Cobalah tengok disuatu sudut malam
Ada tangan yg setia mengadah untuk memintakan kebahagiaan yg kau perlukan
Untuk umur panjang berikut harapan yg ingin kamulah pewujudnya
Harapan tulus senyum bakti padanya, pada Tuhannya, pada agamanya,
Karna saat itulah waktu dimana sebab syukur itu ada , ketika ia penat dan ingin merebahkan seluruhnya

Wanita cantik, tempat pertama kali aku hidup,dari rahim seorang wanita sepertimu
Terima kasih atas doa yang deras mengalir dari untaian katamu
Terima kasih atas kesetiaanmu memintakan ampun untukku
Terima kasih atas buliran air matamu yg merajuk demi aku anakmu
Karna doamu, aku menjadi mampu 
Semoga Tuhan setia mencintaimu, selalu mensucikanmu dan  meninggikan derajatmu ,
© 29 September
Maira Gall