Thursday, 19 July 2012

-reply post-


masih ingat dengan puisi ini ?
sedikit usang tapi cukup berbekas
dan sesuai janjiku dulu . ini balasanku untuk puisimu 




Hanya menunggu
Kemudian menunggu
Lalu menunggu
Tetap menunggu
Terus menunggu
Dan puisi ini akan sempurna saat penantian dan kata menungguku telah usai……….. 

Monday, 9 July 2012

-good luck ☺-


Berbicara tentang masa depan, obsesi, cita cita itu pasti luas sekali, tak henti-hentinya untuk dibicarakan dan dirancang. Berganti cita-cita disetiap bergantinya masa kurasa wajar dan menyenangkan .Dibilang labil ? So what ?Terserah,hidup ini global, ga bisa disamain satu sama lain. be realistic lah , setiap orang beda, termasuk cara pandang. Menurutku saat itu kita hanya sedang dalam kondisi memilai, mencoba pahami mana yang pas untuk diri sendiri. Tiap Tahun menambah umur tentunya tak akan sia sia jika kita lebih tau kondisi diri sendiri dan lingkungan maka dari itu otomatis mimpi juga berganti. Tidak ada salahnya berganti mimpi. Tetapi, harus tetap siapkan mental ketika fakta tak membuktikan atau mendukung, semua angan-angan hilang dan semua buyar. Maka dari itu bermimpilah dengan penuh pertanggung jawaban, buktikan dengan sikap. Sebab Kalau cuma bicara mimpi, kita tak akan bisa melihat kenyataan (conan edogawa) .Dan jika tetap terjatuh,no problem .Bangkitlah . Mental pemenang tak akan rela jika hanya terjatuh lalu diam tanpa gerak bukan ? Tetaplah kembali pada Tuhanmu. Semua telah dipersiapkan,semua hasil usahamu hanya akan diberikan padamu dan tak mungkin akan tertukar. Positive think , karna Tuhan bekerja sesuai dengan prasangka hambanya 


:: to my self who i loved until this time . hakuna matata & good luck ☺

Thursday, 5 July 2012

-Untuk deretan rak buku-



Senang sekali rasanya dapat kembali berada di lorong-lorong diantaramu. Bau kertas tua yang menguning dimakan waktu itu sungguh menggoda. Apalagi bau kertasmu yang masih putih segar, rasanya seperti minta untuk segera dibaca. Aku selalu suka. Aku berjanji, suatu hari aku akan datang lagi. Bahkan berkali-kali. Jadi tetaplah disana, tumpulah buku-buku dan ratusan naskah yang berdebu itu.

Sekali lagi dalam diammu ku titipkan pesan untukmu.Berjanjilah kau tetap disana dan jadilah lorong yang selalu memberi kesan bahagia pada mata mata yang setia menyentuhnya. Seperti kala kau juga memberikan kenangan untukku dan untuknya. Kau mempertemukanku pada roman cinta yg bahagia. Terima kasih , aku berhutang padamu untuk itu. ☺

Tuesday, 3 July 2012

-Mercusuar pertama di Kota Bunga-



Tepat 5jam, 171 km sudah kereta ini melaju meninggalkan panas kotaku. Dan jalan langit dikota gadis pun mulai menghilang dari pandangan mata, akan kulupakan sejenak hiruk pikukmu dengan berbalutkan rindu tentunya. Terkecuali saat saat dimana pegawai stasiun memberi  aba-aba sebagai tanda kereta siap diberangkatkan akan kuingat sisa isakmu yg masih berharga untuk dikenang disepanjang jalan , setelah cinta di hati terlanjur berkeping karena tiba di persimpangan. Argh! Aku benci keadaaan ini .
Perlahan terdengar suara peluit untuk kedua kalinya, kutengok disebrang sana. Disisi jendela kereta, wangi aromamu kian bertebar saat kubaca sebuah nama yang sudah lama kukenal "Stasiun Malang Kotabaru".Di antara suara keriut rem dan gerbong berderet di atas rel memanjang ketika peron jg dipenuhi para pengantar serta calon penumpang,nampak burung-burung gereja menari dipermukaan tanah berlapis semen, seperti sambut kedatangan. Cukup senang melihatnya. Dan dengan seulas senyum yang tersungging, akan segera kumulai hari dengan menyinggahkan kakiku ditanah ini. Dikota yang dulu pernah menjadi mimpi.

  "Mercusuar pertama dikota Bunga. Selamat Pagi.☺"


Ah,kurasa bahagia tak seperti dulu. Ada yang masih tertinggal disana. Kau tau itu ?jelas itu kamu, wangi yang biasa kau pakai masih melekat seraya menemani langkahku tapaki jalan menuju kampus pertama.  Semoga masih ada cerita dengan kesan bahagia tanpa perlu ada rindu yang menyiksa seperti dulu ketika pertama kali kucoba mengenali jalanmu.
Langitpun mulai menghitam, rupanya awan tak kuat lagi menahan tangisnya. Tak ada lagi senyum tersungging kecuali pedih dan kelu tertahan. Dan seperti yang kuterka ia mulai menitikan hujan sekarang juga. Dingin sekali. Adzan ashar juga masih lama. "Apa yang akan kulakukan sekarang ?.. (⌣́_⌣̀) " Tak ada sautan untuk pertanyaanku itu . Yang ada hanya suara petir dan gemericik hujan yang selalu syahdu untuk didengar. Aku suka keadaan ini. Aku ingin menikmatinya lebih lama. Karena mungkin, esok aku harus mencium aroma debu yang panasnya terasa menyengat . Tapi tidak demikian dengan indraku, rupanya mataku telah sibuk mengatup sedari tadi,sejak kedatanganku diKota Bunga ini. Apa boleh aku sejenak terlelap disini ?dan memimpikan semua ?Sepertinya tak perlu ada jawaban, langsung saja kumulai dengan sebuah pertanyaan “Apa kabarmu disana?” lalu aku terlelap, seketika kau juga mulai hadir hiasi semua mimpi....

Thursday, 19 July 2012

-reply post-


masih ingat dengan puisi ini ?
sedikit usang tapi cukup berbekas
dan sesuai janjiku dulu . ini balasanku untuk puisimu 




Hanya menunggu
Kemudian menunggu
Lalu menunggu
Tetap menunggu
Terus menunggu
Dan puisi ini akan sempurna saat penantian dan kata menungguku telah usai……….. 

Monday, 9 July 2012

-good luck ☺-


Berbicara tentang masa depan, obsesi, cita cita itu pasti luas sekali, tak henti-hentinya untuk dibicarakan dan dirancang. Berganti cita-cita disetiap bergantinya masa kurasa wajar dan menyenangkan .Dibilang labil ? So what ?Terserah,hidup ini global, ga bisa disamain satu sama lain. be realistic lah , setiap orang beda, termasuk cara pandang. Menurutku saat itu kita hanya sedang dalam kondisi memilai, mencoba pahami mana yang pas untuk diri sendiri. Tiap Tahun menambah umur tentunya tak akan sia sia jika kita lebih tau kondisi diri sendiri dan lingkungan maka dari itu otomatis mimpi juga berganti. Tidak ada salahnya berganti mimpi. Tetapi, harus tetap siapkan mental ketika fakta tak membuktikan atau mendukung, semua angan-angan hilang dan semua buyar. Maka dari itu bermimpilah dengan penuh pertanggung jawaban, buktikan dengan sikap. Sebab Kalau cuma bicara mimpi, kita tak akan bisa melihat kenyataan (conan edogawa) .Dan jika tetap terjatuh,no problem .Bangkitlah . Mental pemenang tak akan rela jika hanya terjatuh lalu diam tanpa gerak bukan ? Tetaplah kembali pada Tuhanmu. Semua telah dipersiapkan,semua hasil usahamu hanya akan diberikan padamu dan tak mungkin akan tertukar. Positive think , karna Tuhan bekerja sesuai dengan prasangka hambanya 


:: to my self who i loved until this time . hakuna matata & good luck ☺

Thursday, 5 July 2012

-Untuk deretan rak buku-



Senang sekali rasanya dapat kembali berada di lorong-lorong diantaramu. Bau kertas tua yang menguning dimakan waktu itu sungguh menggoda. Apalagi bau kertasmu yang masih putih segar, rasanya seperti minta untuk segera dibaca. Aku selalu suka. Aku berjanji, suatu hari aku akan datang lagi. Bahkan berkali-kali. Jadi tetaplah disana, tumpulah buku-buku dan ratusan naskah yang berdebu itu.

Sekali lagi dalam diammu ku titipkan pesan untukmu.Berjanjilah kau tetap disana dan jadilah lorong yang selalu memberi kesan bahagia pada mata mata yang setia menyentuhnya. Seperti kala kau juga memberikan kenangan untukku dan untuknya. Kau mempertemukanku pada roman cinta yg bahagia. Terima kasih , aku berhutang padamu untuk itu. ☺

Tuesday, 3 July 2012

-Mercusuar pertama di Kota Bunga-



Tepat 5jam, 171 km sudah kereta ini melaju meninggalkan panas kotaku. Dan jalan langit dikota gadis pun mulai menghilang dari pandangan mata, akan kulupakan sejenak hiruk pikukmu dengan berbalutkan rindu tentunya. Terkecuali saat saat dimana pegawai stasiun memberi  aba-aba sebagai tanda kereta siap diberangkatkan akan kuingat sisa isakmu yg masih berharga untuk dikenang disepanjang jalan , setelah cinta di hati terlanjur berkeping karena tiba di persimpangan. Argh! Aku benci keadaaan ini .
Perlahan terdengar suara peluit untuk kedua kalinya, kutengok disebrang sana. Disisi jendela kereta, wangi aromamu kian bertebar saat kubaca sebuah nama yang sudah lama kukenal "Stasiun Malang Kotabaru".Di antara suara keriut rem dan gerbong berderet di atas rel memanjang ketika peron jg dipenuhi para pengantar serta calon penumpang,nampak burung-burung gereja menari dipermukaan tanah berlapis semen, seperti sambut kedatangan. Cukup senang melihatnya. Dan dengan seulas senyum yang tersungging, akan segera kumulai hari dengan menyinggahkan kakiku ditanah ini. Dikota yang dulu pernah menjadi mimpi.

  "Mercusuar pertama dikota Bunga. Selamat Pagi.☺"


Ah,kurasa bahagia tak seperti dulu. Ada yang masih tertinggal disana. Kau tau itu ?jelas itu kamu, wangi yang biasa kau pakai masih melekat seraya menemani langkahku tapaki jalan menuju kampus pertama.  Semoga masih ada cerita dengan kesan bahagia tanpa perlu ada rindu yang menyiksa seperti dulu ketika pertama kali kucoba mengenali jalanmu.
Langitpun mulai menghitam, rupanya awan tak kuat lagi menahan tangisnya. Tak ada lagi senyum tersungging kecuali pedih dan kelu tertahan. Dan seperti yang kuterka ia mulai menitikan hujan sekarang juga. Dingin sekali. Adzan ashar juga masih lama. "Apa yang akan kulakukan sekarang ?.. (⌣́_⌣̀) " Tak ada sautan untuk pertanyaanku itu . Yang ada hanya suara petir dan gemericik hujan yang selalu syahdu untuk didengar. Aku suka keadaan ini. Aku ingin menikmatinya lebih lama. Karena mungkin, esok aku harus mencium aroma debu yang panasnya terasa menyengat . Tapi tidak demikian dengan indraku, rupanya mataku telah sibuk mengatup sedari tadi,sejak kedatanganku diKota Bunga ini. Apa boleh aku sejenak terlelap disini ?dan memimpikan semua ?Sepertinya tak perlu ada jawaban, langsung saja kumulai dengan sebuah pertanyaan “Apa kabarmu disana?” lalu aku terlelap, seketika kau juga mulai hadir hiasi semua mimpi....
© 29 September
Maira Gall