Thursday, 10 July 2014

-martina



Persahabatan
Selalu bersama dan sama?klise. 

Dalam waktu yang tak terkira. Lembaran ceritanya memperkuat akar. Setiap jengkalnya menebar tawa. Penawar sakit yang tak terduga. Roda yang terus berimbang. Tak pernah saling mendahului. Buku pemberi seribu makna. Untuk sama sama mempelajari.

Dialah yang menawarkan persahabatan

Martina. Tentu saja bukan orang bermuka dua, dia nyata apa adanya. Tak berdusta tak bermuka dua. Rambut menjuntai panjang, ingin rasa menarik gerak gerainya. Walaupun terkadang kelakuan layaknya seorang pria. Dia tetap anggun dalam angannya. Berjuang dalam cinta seseorang dirumah .Dua orang terus bersama untuk meyakini apa yang tak disanggupinya.  Bersama Ibu dan seseorang disurga, rumah mungilnya ingin menjadi sebuah istana. Dalam laku sederhana,  dia cukup sabar untuk merubahnya. Terlihat kuat dalam balut doa. Yang tak pernah kumengerti kepada siapa dia meminta.Satu yang pasti. Kuyakini pintanya selalu tulus kepada yang disana. Tertuju kepada Tuhan yang selama ini kukenal beda.

Yang kuingat tentang kita. Saling mengajarkan bahwa hidup harus dilawan dengan kuasa.  Ya, Kuasa Tuhan untuk menjadikan sesuatu selalu ada. Sedang persahabatan. Satu yang kuketahui sekarang dan nanti, bahwa beda tak cukup untuk saling menjauhi

happy birthday to you J

No comments

Post a Comment

Thursday, 10 July 2014

-martina



Persahabatan
Selalu bersama dan sama?klise. 

Dalam waktu yang tak terkira. Lembaran ceritanya memperkuat akar. Setiap jengkalnya menebar tawa. Penawar sakit yang tak terduga. Roda yang terus berimbang. Tak pernah saling mendahului. Buku pemberi seribu makna. Untuk sama sama mempelajari.

Dialah yang menawarkan persahabatan

Martina. Tentu saja bukan orang bermuka dua, dia nyata apa adanya. Tak berdusta tak bermuka dua. Rambut menjuntai panjang, ingin rasa menarik gerak gerainya. Walaupun terkadang kelakuan layaknya seorang pria. Dia tetap anggun dalam angannya. Berjuang dalam cinta seseorang dirumah .Dua orang terus bersama untuk meyakini apa yang tak disanggupinya.  Bersama Ibu dan seseorang disurga, rumah mungilnya ingin menjadi sebuah istana. Dalam laku sederhana,  dia cukup sabar untuk merubahnya. Terlihat kuat dalam balut doa. Yang tak pernah kumengerti kepada siapa dia meminta.Satu yang pasti. Kuyakini pintanya selalu tulus kepada yang disana. Tertuju kepada Tuhan yang selama ini kukenal beda.

Yang kuingat tentang kita. Saling mengajarkan bahwa hidup harus dilawan dengan kuasa.  Ya, Kuasa Tuhan untuk menjadikan sesuatu selalu ada. Sedang persahabatan. Satu yang kuketahui sekarang dan nanti, bahwa beda tak cukup untuk saling menjauhi

happy birthday to you J

No comments:

Post a Comment

© 29 September
Maira Gall