Posts

Image
Satu per satu datang memberikan tiap-tiap huruf  pada kertas kosong. Waktu persatuan sekon bergulir merangkai huruf-huruf. Memisahkan antara konsonan dan vocal, mana yang dibuang dan mana yang tetap ditempat untuk memberikan sebuah makna. Selanjutnya mereka bekerja dalam satu tempat menuliskan kalimat yang tak singkat. Kamupun bisa. Menulis kisah ajaib. Serupa hidup keluar sangkar, bebas terbang kemanapun yang kamu suka. Bertemu benda benda langit, berkawan dengan awan, bersambut hamparan biru, sesekali bergoyang bersama rerumputan, bercanda dan mematuk diantara bijinya. Hidup itu luas, fasilitas sempurna untuk melakukan apa yang kamu bisa. Tak terbatas bagi kamu yang mengepak sayap. Tak berujung bagi kamu yang menangkis lelah. Karena kamu itu tak terbatas . Semesta yang membentang. Jagad yang tak terguncang Mengenai takdir yang singkat, berceritalah tentang hidup yang mengagumkan. berpetualanglah sejauh mata memandang Mengayuhlah sejauh lautan terbentang Bergur...
Image
Titik bosan ter’berat’ adalah mengambil  titik zona ter’nyaman’ Kalo saja berani  ambil selangkah tapak jalan   diluar itu Petulangan ini indah Bisa benar benar melihat Bagaimana semesta membentang luas, tanpa batas Sayang, hati belum sekeras membulat tekat Untuk melihat pahatan ajaib milik Tuhan ... Pahatan yang sangat besar dan megah Hanya terus menyegerakan waktuku Melatih diri, membentangkan sayap, Mengeraskan tekat , menegakkan badan Suatu saat terbang bebas, menjadi rutinitas "Mengambil tapak jalan petualangan tanpa batas, tekat Tuhan sangat besar untuk menyegerakan waktuku membentangkan sayap dan tekat lalu terbang menjadi rutinitas" aamiin
Image
jalan misisipi dengan lampu temaram , bambu-bambu meliuk , disebuah desa sudut kota hujan lodaya akan menjadi cerita gelapnya rantauan sepanjang jalan girang terang makin benderang mengingat aku kamu pernah berjalan beriringan

-catatan-

Image
Hari pertama, mencari istana baru tempat melepas penat semua kegiatan. Mencari pernak pernik perabot dan akan siap ditempatinya dalam satu tahun kedepan. Suasana baru untuk desain cerita yang baru Hari kedua. Mendaftarkan diri dan selanjutnya dia resmi menjadi mahasiswa  dengan almamater dongker serta logo khas pertaniannya sebagai identitas. Dan senang melihat ibunya turut bangga dengan busana baru si anak bungsu Hari ketiga. Syukur tetap menjadi pilihannya. Sebelum kita tahu kapan kita salah jalan. Karna perjalanan masih baru, tanpa jalanan yang berliku, tak pula berbatu Hari keempat. Kereta gaya baru malam melaju mengantarkan wanita cantik itu kembali dalam rutinitasnya. Dan ini akan menjadi waktu yang   terlalu panjang untuk dilewatkan sendiri tanpa kerabat Hari ke5 dan seterusnya menjadi hari yang sangat melelahkan untuk menjalani tiga kehidupan sebagai akademisi, pemimpin diri sendiri, dan makhluk sosial dilingkungan yang baru. Rutinitas akademis yang p...

Public Relations Pasar Bebas

STRATEGI PUBLIC RELATIONS DALAM MENGHADAPI ERA PASAR BEBAS Oleh I Gusti Ngurah Putra*) Pendahuluan              Tak lama lagi perekonomian Indonesia akan memasuki era yang sering disebut sebagai ‘era pasar bebas’. Substansi pasar bebas ditandai dengan adanya persaingan secara relatif bebas antar-pelaku ekonomi dari berbagai negara pada tingkat global. Dalam keadaan demikian, perusahaan-perusahaan tidak dapat lagi melakukan monopoli, tidak ada proteksi dan terhapusnya tarif masuk bagi suatu barang dari suatu negara yang memasuki pasar negara lain. Perusahaan dan barang dari suatu negara secara relatif bebas masuk ke negara lain. Barang produksi dari berbagai negara akan dengan sangat mudah masuk ke Indonesia, begitu juga barang yang diproduksi di Indonesia akan mudah masuk ke negara lain. Tidak ada hambatan yang berupa tarif bagi suatu barang untuk masuk ke suatu negeri. Tidak ada proteksi terhadap suatu produk do...
Rasanya sudah lama , tidak menulis kedamaian tambah umur, tambah tahun, seperti jauh dari syukur ah Tuhan ampuni hamba-Mu ini ya, yang tulisannya sedih melulu padahal masih bisa makan nasi bubur, porsi penuh, tambah es jus, menu penutup? puding keju! lama-lama bosan juga baca bacaan yang menggerutu. Malu sama umur?yuhuu..* revolusi 2014

-salam cinta dari kami-

Image
"Bapak penjual tisu distasiun Universitas Indonesia. " Aku bukan calon pemimpin yang baik. Bahkan tak pernah ingin memimpin. Hanya seorang wanita yang mempunya hati disini didada sebelah kiri. Manakala ia beraksi ketegasan  memang  tak berlaku disini. Hanya kepekaan yang kuandalkan untuk tau bagaimana caranya bergerak. Biar  kata dibilang lugu , asal dosa tak ikut membelenggu. Dan selanjutnya, kupercaya semua akan baik baik saja. Aku tak secerdas tokoh tokoh yang dielukan. Karna manakala ku mengerjakan soal maka hari itu juga ilmuku selesai tanpa diulur. Tapi, belajar tentang kehidupan akan terus kupikirkan. Bagaimana tidak , seorang tua kurus, lusuh yang menjual tisunya bisa begitu menyerupai ayahku. Siapa yg tega membeli tisu dari ayahnya sendiri. Suatu hari nanti dan bukan tidak mungkin.  Tungg u u, ayahku ???Tidak, itu tidak  akan! Dan seharusnya seorang bapak ini juga tidak..         ...