Friday, 26 October 2012

-satu senti kebahagiaan-


-manusia sangat lemah ,dia akan hancur kalau sendirian. Kalau ada teman yang memberikan dukungan, dan teman berharga yang menyayangi maka kita akan bisa jadi kuat-

Ada yang sudah lama menunggu dalam dunia yang gelap gulita, menunggu untuk ditemukan keberadaan sosoknya. Sama seperti bunga matahari yang sendiri ditempat teduh itu. Menunggu untuk ditemukan dari tempat terlindung, berharap untuk ditanam kembali dan mekar dengan megah dibawah hangatnya sinar matahari. Ia tak akan mau layu ditempat yang teduh. Begitu pula aku. Aku Candella Kirana Mahayu . Candella, sebuah doa dan asa seorang Ibunda agar putri kesayangannya bisa menjadi pelita, kirana abadi bagi dunia. Namun hanya ini adanya. Aku sama sekali tak menonjol, tak seorangpun menyadari keberadaanku. Ada atau tidak, semua akan terlihat sama. Keberadaanku yang tak pernah disadari ini adalah suatu malapetaka. Aku ingin berubah, tapi aku merasa tidak bisa. Aku hanya bisa berada ditempat pengasinganku, dengan bisuku dengan segala kesenanganku tanpa perlu orang tahu. Dan kupikir aku akan selamanya begitu. Karena aku masih tak punya keberanian untuk muncul dibawah sinar matahari. Sampai tiba akhirnya, ada seseorang yang menemukan keberadaanku. Sosok hangatnya yang mampu membawaku keluar dari tempat pengasingan ini. Sosok matahari yang mampu menumbuhkan tunas matahari dihatiku. Mungkin jika bersamanya, aku bisa seperti bunga matahari yang berkembang dengan bermandikan cahaya . Aku ingin berada didekatnya,  keluar dari tempat terlindung dan berada dalam lingkaran hangatnya kawan.

Satu langkah kecil bersamanya, dengan sedikit keberanian aku mau mengubah dunia ini .Dan akhirnya aku  benar benar bisa  muncul ditempat yang terang. Tapi, ternyata ditempat terang bayangan jauh lebih pekat. Tak semua berjalan sempurna, tak semua hari berangsur cerah. Badai datang seiring hendak meruntuhkan. Tapi setiap kata yang hadir dari tulusnya kasih sayang dan kesetiaan dalam ikhlasnya kebersamaan mampu kembali menghangatkanku, mendukungku, menyokongku untuk kembali tegak. Mungkin kedepannya nanti, akan ada saat-saat aku patah dan mengering lagi seperti ini, tapi kurasa dengan kehadiranmu sebagai matahari, aku akan bisa terus melihat keatas tegak dan indah dibawah sinar matahari. Terima kasih, teruslah berada disampingku karena bunga matahari didalam hatiku semakin bermekar karena dukunganmu. Aku ingin mekar dengan megah disampingmu. Ya, kamu yang mengawali satu senti kebahagiaanku...

No comments

Post a Comment

Friday, 26 October 2012

-satu senti kebahagiaan-


-manusia sangat lemah ,dia akan hancur kalau sendirian. Kalau ada teman yang memberikan dukungan, dan teman berharga yang menyayangi maka kita akan bisa jadi kuat-

Ada yang sudah lama menunggu dalam dunia yang gelap gulita, menunggu untuk ditemukan keberadaan sosoknya. Sama seperti bunga matahari yang sendiri ditempat teduh itu. Menunggu untuk ditemukan dari tempat terlindung, berharap untuk ditanam kembali dan mekar dengan megah dibawah hangatnya sinar matahari. Ia tak akan mau layu ditempat yang teduh. Begitu pula aku. Aku Candella Kirana Mahayu . Candella, sebuah doa dan asa seorang Ibunda agar putri kesayangannya bisa menjadi pelita, kirana abadi bagi dunia. Namun hanya ini adanya. Aku sama sekali tak menonjol, tak seorangpun menyadari keberadaanku. Ada atau tidak, semua akan terlihat sama. Keberadaanku yang tak pernah disadari ini adalah suatu malapetaka. Aku ingin berubah, tapi aku merasa tidak bisa. Aku hanya bisa berada ditempat pengasinganku, dengan bisuku dengan segala kesenanganku tanpa perlu orang tahu. Dan kupikir aku akan selamanya begitu. Karena aku masih tak punya keberanian untuk muncul dibawah sinar matahari. Sampai tiba akhirnya, ada seseorang yang menemukan keberadaanku. Sosok hangatnya yang mampu membawaku keluar dari tempat pengasingan ini. Sosok matahari yang mampu menumbuhkan tunas matahari dihatiku. Mungkin jika bersamanya, aku bisa seperti bunga matahari yang berkembang dengan bermandikan cahaya . Aku ingin berada didekatnya,  keluar dari tempat terlindung dan berada dalam lingkaran hangatnya kawan.

Satu langkah kecil bersamanya, dengan sedikit keberanian aku mau mengubah dunia ini .Dan akhirnya aku  benar benar bisa  muncul ditempat yang terang. Tapi, ternyata ditempat terang bayangan jauh lebih pekat. Tak semua berjalan sempurna, tak semua hari berangsur cerah. Badai datang seiring hendak meruntuhkan. Tapi setiap kata yang hadir dari tulusnya kasih sayang dan kesetiaan dalam ikhlasnya kebersamaan mampu kembali menghangatkanku, mendukungku, menyokongku untuk kembali tegak. Mungkin kedepannya nanti, akan ada saat-saat aku patah dan mengering lagi seperti ini, tapi kurasa dengan kehadiranmu sebagai matahari, aku akan bisa terus melihat keatas tegak dan indah dibawah sinar matahari. Terima kasih, teruslah berada disampingku karena bunga matahari didalam hatiku semakin bermekar karena dukunganmu. Aku ingin mekar dengan megah disampingmu. Ya, kamu yang mengawali satu senti kebahagiaanku...

No comments:

Post a Comment

© 29 September
Maira Gall