Monday, 31 December 2012

-cinta diam-diam-



terdiam dan terpaku
2 kata yang sudah sangat akrab dengan pemuda ini. Setiap melihat gadis itu, lidahnya kelu, tubuhnya beku. Otaknya seperti tak mau bekerja hanya untuk mennyapa nama gadis itu, dadanya pun sesak dipenuhi rasa kagum.


Senyumnya, binar matanya, dengan rambut diikat menggantung berderai derai seolah sangat senang dimiliki oleh gadis cantik paras blesteran none belanda itu. Gadis itu selalu berhasil membuat pemuda itu terbang melayang menembus lapisan langit, diiringi bunga bunga merah jambu yang bermekaran dalam hatinya. Tapi sejurus kemudian ia terhempas, jatuh dan dipaksa bangun dari mimpi indahnya oleh kenyataan.

Ya, kenyataan. Ia hanya berani terduduk disini mengagumi pesona gadis itu dari jauh, mencintainya dalam diam. Sedangkan disana telah ada jemari milik pemuda lain yang telah meraih bintangnya terlebih dulu, mengurungnya dalam satu ikatan.

Cinta diam diam...

3tahun dan ia tetap bertahan.
Selama itu perasaannya hanya tersembunyi, ia nikmati sendiri, ia tutup rapat rapat dalam hatinya. Hingga tak terjamah seorangpun.

Pemuda tadi terlalu sibuk mengutuk dirinya yang begitu mudah dipermainkan perasaan, yang begitu pengecut hingga tidak berani sekedar mengenal cinta . Ia tidak menyadari bahwa objek yang sejak tadi menari dalam pikiranya kini telah terduduk manis mengambil posisi disampingnya hanya sekedar untuk menggoda . Tapi pemuda itu pergi dengan ketakutannya. Ketakutan kalau gadis itu mengenal sosoknya malah akan mendatangkan petaka, seperti ia takut gadis itu malah menjauhinya. Betapa bodohnya pemuda itu sedangkan yang timbul pada pikiran gadis itu adalah "Apa kau tak mau mengenalku ? Apa aku begitu buruk didepanmu, tuan ?"

No comments

Post a Comment

Monday, 31 December 2012

-cinta diam-diam-



terdiam dan terpaku
2 kata yang sudah sangat akrab dengan pemuda ini. Setiap melihat gadis itu, lidahnya kelu, tubuhnya beku. Otaknya seperti tak mau bekerja hanya untuk mennyapa nama gadis itu, dadanya pun sesak dipenuhi rasa kagum.


Senyumnya, binar matanya, dengan rambut diikat menggantung berderai derai seolah sangat senang dimiliki oleh gadis cantik paras blesteran none belanda itu. Gadis itu selalu berhasil membuat pemuda itu terbang melayang menembus lapisan langit, diiringi bunga bunga merah jambu yang bermekaran dalam hatinya. Tapi sejurus kemudian ia terhempas, jatuh dan dipaksa bangun dari mimpi indahnya oleh kenyataan.

Ya, kenyataan. Ia hanya berani terduduk disini mengagumi pesona gadis itu dari jauh, mencintainya dalam diam. Sedangkan disana telah ada jemari milik pemuda lain yang telah meraih bintangnya terlebih dulu, mengurungnya dalam satu ikatan.

Cinta diam diam...

3tahun dan ia tetap bertahan.
Selama itu perasaannya hanya tersembunyi, ia nikmati sendiri, ia tutup rapat rapat dalam hatinya. Hingga tak terjamah seorangpun.

Pemuda tadi terlalu sibuk mengutuk dirinya yang begitu mudah dipermainkan perasaan, yang begitu pengecut hingga tidak berani sekedar mengenal cinta . Ia tidak menyadari bahwa objek yang sejak tadi menari dalam pikiranya kini telah terduduk manis mengambil posisi disampingnya hanya sekedar untuk menggoda . Tapi pemuda itu pergi dengan ketakutannya. Ketakutan kalau gadis itu mengenal sosoknya malah akan mendatangkan petaka, seperti ia takut gadis itu malah menjauhinya. Betapa bodohnya pemuda itu sedangkan yang timbul pada pikiran gadis itu adalah "Apa kau tak mau mengenalku ? Apa aku begitu buruk didepanmu, tuan ?"

No comments:

Post a Comment

© 29 September
Maira Gall