Thursday, 14 November 2013

-stuck-


Aku jatuh cinta pada pikiranmu. Pada sudut pandangmu yang selalu berbeda. Pada cara dingin tegas lembut mu dalam bertutur kata. Pada habisnya cerita. Pada duniamu yang tak kutahu seluas apa. Pada setiap setapak yang akhirnya bisa aku lihat karena kau memaksaku untuk berjalan lalu berlari. Pada caramu memperkenalkanku pada diriku sendiri, dan menghormatinya sebagai pribadi yang pantas diperlakukan dengan baik. Pada kegelisahanmu yang coba kau tenangkan. Pada sesuatu dalam tabir yang aku tak pernah tahu jika tak kucari tahu padamu. Akhirnya, aku jatuh cinta pada ketidaktahuanku sendiri. 

haha ya
Pantas saja dia yang dulu takut kehilanganmu.Untuk memulai denganmu saja, aku tak punya nyali untuk itu
Sedikitpun...

Terlalu banyak alasan yg membuatku tak pernah hengkang dari tempat. Antara aku yg terlalu kecil untuk melangkah jauh atau kamu raksasa itu, yang membuat orang serupa kerdil berwarna ungu.
Mereka bilang kerdil itu dungu. Dungu  itu aku. Aku dungu kamu belenggu . Judul cerita baru, kerdil dungu yang terbelenggu.

Tidak ada yang hengkang, tidak ada yg benar benar melepasmu
Semua sama. Serupa dengan irama. Nadanya mengalun begitu saja
Bedanya, kusisipkan semua nada sebagai klimaks, untuk antiklimaks yang tak pernah kuharapkan . Juga untuk semua akhir yang tak pernah kucita-citakan, aku memilih bungkam..


No comments

Post a Comment

Thursday, 14 November 2013

-stuck-


Aku jatuh cinta pada pikiranmu. Pada sudut pandangmu yang selalu berbeda. Pada cara dingin tegas lembut mu dalam bertutur kata. Pada habisnya cerita. Pada duniamu yang tak kutahu seluas apa. Pada setiap setapak yang akhirnya bisa aku lihat karena kau memaksaku untuk berjalan lalu berlari. Pada caramu memperkenalkanku pada diriku sendiri, dan menghormatinya sebagai pribadi yang pantas diperlakukan dengan baik. Pada kegelisahanmu yang coba kau tenangkan. Pada sesuatu dalam tabir yang aku tak pernah tahu jika tak kucari tahu padamu. Akhirnya, aku jatuh cinta pada ketidaktahuanku sendiri. 

haha ya
Pantas saja dia yang dulu takut kehilanganmu.Untuk memulai denganmu saja, aku tak punya nyali untuk itu
Sedikitpun...

Terlalu banyak alasan yg membuatku tak pernah hengkang dari tempat. Antara aku yg terlalu kecil untuk melangkah jauh atau kamu raksasa itu, yang membuat orang serupa kerdil berwarna ungu.
Mereka bilang kerdil itu dungu. Dungu  itu aku. Aku dungu kamu belenggu . Judul cerita baru, kerdil dungu yang terbelenggu.

Tidak ada yang hengkang, tidak ada yg benar benar melepasmu
Semua sama. Serupa dengan irama. Nadanya mengalun begitu saja
Bedanya, kusisipkan semua nada sebagai klimaks, untuk antiklimaks yang tak pernah kuharapkan . Juga untuk semua akhir yang tak pernah kucita-citakan, aku memilih bungkam..


No comments:

Post a Comment

© 29 September
Maira Gall