Saturday, 4 July 2015

yang sempat terpendam ~

Beriring bukan digiring. Kasih itu dituntunnya dengan naluri. Naluri bekerja samanya dengan hati. Yang perlu kita sama-sama tahu.  Hati setiap orang tidak semuanya  tahu menahu . Kaupun aku bukan Tuhan yang selalu tahu.

Mengenai kenyamanan hati, naluri akan mengikuti. Dan tanpa digiring, kita akan beriring. Jika dan hanya jika hanya kau sendiri yang berjuang, tidak ada aku baik kita yang masih disini. Masing-masing pasti akan pergi menyelamatkan diri. Kita hanya makhluk hidup yang juga punya tujuan pasti. Masing-masing pasti akan menggunakan sebagian/seluruhnya/atau sedikit tapi pasti akan menggunakan rasionalitasnya. Menyelamatkan diri, mempertahankan hidup. Ya, kita yang sedang mengikuti  seleksi alam.

Bukan aku menggurui, bukan aku yang sok paling mengetahui. Memang benar ada aku disalah satu penyebabnya. Oh maaf, bukan salah satu. Mungkin sebagian besar diantaranya. Mungkin salah terbesar diantaranya karena aku lebih memilih acuh. Yakin asa itu pasti ada,tapi tak kunjung bersua. Lalu berlahan lemah dan meluap. Jika merasa hanya satu yang bertahan dan memperjuangkan. Coba saja tengok beberapa bulan yang lalu. Tak terhitung mili, bola sipit ini mengalirkan putus asa. Tapi tidak ada yang tahu, seseorang yang selalu membanding bandingkan dengan masa lalu mencoba membuka harapan baru terus dan terus.Oh, mungkin lebih baik jika kita sama-sama mengetahui setiap masing-masing. Bukan hanya aku pun kamu, tapi kita. Mari kita sama-sama mengingat peribahasa yang satu ini : ada api ada asap,ada sebab pasti ada akibat. Semua tingkah laku ada unsur sebabnya.

Peduli bukan berarti menggiring. Membebaskan bukan berarti tak peduli. Aku, anak kecil ?Mungkin, tp bukan berarti  aku sedikit berpikir. Kadang lakuku hanya memenuhi subjek yang kutuju. Atau aku gaguk tidak tahu bagaimana aku menyamakan posisi.  
Marah salah satu cara dari sekian banyaknya pilihan yang lebih bermakna. Hanya saja aku tidak ingin hati bekerja sendiri, kubiarkan ia melepas gerah. Biar saja... dan baik itu salah
Jika saja, aku tak berharap lebih pada kemungkinan ini. Aku sudah terlampau jauh mencari yang sejati. Dari sekian ketidakcocokan aku masih ingin berprasangka ini sudah yang terbaik. Jika sudah terlampau saling salah berpersepsi. Mau kita duduk ngopi, kita jelaskan masing-masing...


Dalam suatu kurva, berada pada titik nol adalah kritis. Setelah ia kembali naik terus dan terus. Jika tak diperbaiki dua kemungkinan. Keajaiban atau kepastian.


Dan kalian tahu ?
i found the answers. aku berada pada posisi nyamanku
dan BERSAMA KALIAN
is it a miracle guys ? :)

No comments

Post a Comment

Saturday, 4 July 2015

yang sempat terpendam ~

Beriring bukan digiring. Kasih itu dituntunnya dengan naluri. Naluri bekerja samanya dengan hati. Yang perlu kita sama-sama tahu.  Hati setiap orang tidak semuanya  tahu menahu . Kaupun aku bukan Tuhan yang selalu tahu.

Mengenai kenyamanan hati, naluri akan mengikuti. Dan tanpa digiring, kita akan beriring. Jika dan hanya jika hanya kau sendiri yang berjuang, tidak ada aku baik kita yang masih disini. Masing-masing pasti akan pergi menyelamatkan diri. Kita hanya makhluk hidup yang juga punya tujuan pasti. Masing-masing pasti akan menggunakan sebagian/seluruhnya/atau sedikit tapi pasti akan menggunakan rasionalitasnya. Menyelamatkan diri, mempertahankan hidup. Ya, kita yang sedang mengikuti  seleksi alam.

Bukan aku menggurui, bukan aku yang sok paling mengetahui. Memang benar ada aku disalah satu penyebabnya. Oh maaf, bukan salah satu. Mungkin sebagian besar diantaranya. Mungkin salah terbesar diantaranya karena aku lebih memilih acuh. Yakin asa itu pasti ada,tapi tak kunjung bersua. Lalu berlahan lemah dan meluap. Jika merasa hanya satu yang bertahan dan memperjuangkan. Coba saja tengok beberapa bulan yang lalu. Tak terhitung mili, bola sipit ini mengalirkan putus asa. Tapi tidak ada yang tahu, seseorang yang selalu membanding bandingkan dengan masa lalu mencoba membuka harapan baru terus dan terus.Oh, mungkin lebih baik jika kita sama-sama mengetahui setiap masing-masing. Bukan hanya aku pun kamu, tapi kita. Mari kita sama-sama mengingat peribahasa yang satu ini : ada api ada asap,ada sebab pasti ada akibat. Semua tingkah laku ada unsur sebabnya.

Peduli bukan berarti menggiring. Membebaskan bukan berarti tak peduli. Aku, anak kecil ?Mungkin, tp bukan berarti  aku sedikit berpikir. Kadang lakuku hanya memenuhi subjek yang kutuju. Atau aku gaguk tidak tahu bagaimana aku menyamakan posisi.  
Marah salah satu cara dari sekian banyaknya pilihan yang lebih bermakna. Hanya saja aku tidak ingin hati bekerja sendiri, kubiarkan ia melepas gerah. Biar saja... dan baik itu salah
Jika saja, aku tak berharap lebih pada kemungkinan ini. Aku sudah terlampau jauh mencari yang sejati. Dari sekian ketidakcocokan aku masih ingin berprasangka ini sudah yang terbaik. Jika sudah terlampau saling salah berpersepsi. Mau kita duduk ngopi, kita jelaskan masing-masing...


Dalam suatu kurva, berada pada titik nol adalah kritis. Setelah ia kembali naik terus dan terus. Jika tak diperbaiki dua kemungkinan. Keajaiban atau kepastian.


Dan kalian tahu ?
i found the answers. aku berada pada posisi nyamanku
dan BERSAMA KALIAN
is it a miracle guys ? :)

No comments:

Post a Comment

© 29 September
Maira Gall